Desain 3D

www.arsitek3d.com

Desain 3D

www.arsitek3d.com

Desain 3D

www.arsitek3d.com

Desain 3D

www.desain3d.com

Desain 3D

www.arsitek3d.com

Rabu, 14 Juni 2017

KONSEP RUMAH RAMAH LINGKUNGAN

Pemanasan global menjadi ancaman dan perhatian serius bagi seluruh penghuni bumi. Melakukan penghematan energi bisa dilakukan mulai dari hal-hal kecil, termasuk dari konsep desain rumah tinggal.

     Sebagai tempat aktivitas setiap keluarga, rumah tinggal adalah tempat yang sangat menyerap penggunaan energi, kedua terbesar setelah industri. Bayangkan, didalamnya manusia beraktivitas selama 16 jam bahkan mungkin lebih, yang didukung dengan penggunaan listrik yang memakan energi cukup besar. Menuju bangunan atau rumah yang ramah lingkungan, artinya kita harus mengukur mengenai dampak pada lingkungan luar serta membantu memperbaiki lingkungan dalam. Aspek yang terkait adalah rancangan arsitektur bangunan, metodologi membangun, material bangunan, efisiensi penggunaan energi, efisiensi penggunaan air dan life cycle ecological living.

     Desain rumah ramah lingkungan merupakan bentuk dukungan terhadap keramahan lingkungan. Yang berarti, haruslah hemat energi, karena eksplorasi terhadap penggunaan energi dapat mengancam kehidupan generasi penerus. Gerakan penghematan energi bisa dilakukan kala kita hendak membangun rumah baru atau merenovasi rumah. Apa sajakah itu?

Efisiensi Pencahayaan

     Manfaatkan semaksimal mungkin cahaya matahari sebagai sumber cahaya di pagi hingga sore hari. Menggunakan cahaya matahari dapat menghemat energi listrik dari lampu yang digunakan di siang hari. Pencahayaan alami bisa diperoleh melalui pencahayaan samping yaitu dari jendela, dan pencahayaan atas yang berasal dari lubang atap. Buatlah desain rumah yang lebih terbuka pada dinding dan atap, agar cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah secara lebih maksimal. Mengurangi sekat ruangan, menyatukan fungsi ruang, dapat memaksimalkan cahaya yang masuk ke dalam rumah.

Efisiensi Ruang

     Menggabungkan lebih dari satu fungsi dalam satu ruangan, adalah pilihan baik, dibanding harus memboroskan ruang. Misalnya meniadakan fungsi ruang tamu, karena kita jarang menerima tamu, atau lebih sering menerima tamu di teras. Buat saja ruang keluarga yang lebih besar, agar bisa nyaman dan maksimal untuk bercengkrama sekaligus menerima tamu yang sudah kenal dekat. Dalam hal ukuran bangunan, lebih besar tidak selalu lebih baik. Karena makin kecil (baca : sederhana) bangunan, akan makin baik control aspek lingkungan terhadap bangunan tersebut.

     "Bangunan ramah lingkungan, dirancang dengan massa ruang, keterbukaan ruang, dan hubungan ruang luar-dalam yang cair, teras lebar, ventilasi bersilangan, dan void berimbang."

Pembayangan Ruang Luar, Kulit Bangunan, Ventilasi

     Pemilihan bahan dan desain pembayangan, serta bukaan ventilasi yang baik, mempengaruhi kenyamanan dan energi dalam rumah. Berikan secondary skin pada dinding bagian luar, terlebih jika rumah menghadap ke arah barat. Buat teritisan di atas bukaan, yang fungsinya meredam panas matahari secara langsung ke dalam rumah. Bangunan dirancang dengan teras lebar, ventilasi bersilangan; yaitu membuat bukaan (jendela) pada dua dinding yang berbeda, innercourt serta void berimbang, untuk sirkulasi udara dan cahaya alami ke seluruh ruangan, agar hemat energi.

Atap yang “Dingin”

     Pilih bahan penutup atap yang memiliki nilai hambatan hantaran panas cukup besar, dan kemampuan memantulkan panas dengan baik. Penggunaan atap dari bahan tanah atau keramik, sangat baik untuk kenyamanan ruang dalam. Tambahkan pula lembaran aluminium foil yang dipasang di bawah penutup atap. Material styrofoam yang dilapis beton (beton Styrofoam) juga berpotensi membuat dingin ruang dalam. Dinding rumah tetap terasa “dingin” meskipun saat siang hari.

Material Ramah Lingkungan

     Gunakan bahan bangunan yang tepat, efisien, dan ramah lingkungan. Pilih produk lokal yang berkualitas, untuk meminimalkan terjadinya kontaminasi lingkungan, mengurangi pemakaian sumber daya alam tak terbarukan dengan optimalisasi bahan baku alternatif, serta menghemat penggunaan energi secara keseluruhan. Memilih bahan baku lokal atau dari pabrik terdekat berarti menghemat transportasi dan mengurangi karbon emisi dari kendaraan. Tak ada salahnya, memanfaatkan material bekas atau sisa bahan renovasi, misalnya genteng bekas, kayu atau bambu bekas perancah, kusen lama.

Pemanfaatan Lahan Hijau

     Elemen vegetasi berpotensi untuk menyejukkan lingkungan dan menurunkan udara panas, serta meredam panas. Semakin banyak pohon yang ditanam, udara makin sejuk dan oksigen yang dihasilkan dapat mencegah pemanasan global. Ciptakan roof garden atau vertical garden, jika halaman tidak memungkinkan. Dinding yang dijalari tanaman rambat membuat suhu udara di luar dan di dalam turun, sekaligus untuk pasokan udara bagi penghuni.

Gaya Hidup Hemat

• Hemat Air. Kurangi kebiasaan berendam di bathtub, mencuci kendaraan dengan air yang mengalir dan terbuang kemana-mana. Ganti bak mandi atau bathtub dengan shower , untuk menghemat air.
• Buat sumur resapan, lubang biopori atau septictank ramah lingkungan yang tidak mencemarkan lingkungan.
• Memakai perangkat elektronik dan rumah tangga yang hemat energi, akan berpengaruh dengan biaya listrik yang dikeluarkan tiap bulan. Pilih yang hemat energi listrik, sehingga memiliki life cost yang ringan untuk operasionalnya.


Sumber : http://rumahku-online.com/artikel/arsitektur/881-konsep-rumah-ramah-lingkungan
Share:

MEMILIH BENTUK ATAP

Bagi rumah, atap bukan hanya penting namun sangat vital. Sebagai perlindungan, menghadirkan wajah arsitektur, memengaruhi keamanan juga keindahan sebuah rumah. Atap melindungi rumah dari panas, hujan, dan berbagai pengaruh cuaca serta pengaruh luar lain. Dan lewat bentuknya, atap juga menyempurnakan keindahan sebuah rumah. Tanpa keberadaan atap, sebuah rumah belumlah lengkap menghadirkan wujudnya.

RAGAM BENTUK ATAP 

Setiap bentuk atap memiliki karakter dan keindahannya masing-masing.

• Atap pelana/gable roof berbentuk serupa pelana—penyokong penunggang kuda—sebagaimana namanya, yaitu berupa dua bidang persegi panjang miring yang bertemu pada bubungan. Pada sisi pendek, atap ini terlihat berbentuk huruf V terbalik dengan sudut bervariasi, sedangkan pada sisi memanjang bentuk yang terlihat adalah persegi panjang.

• Atap perisai/hip roof mirip atap pelana namun sepasang bidang miring yang bertemu pada bubungan berbentuk trapesium, dan ada dua bidang miring segitiga yang menyatukan kedua bidang trapesium dan bertemu pada jurai. Jadi, pada sisi pendek bangunan akan terlihat bentuk segitiga, sedangkan pada sisi memanjang terlihat sebagai bentuk trapesium.

• Atap datar/flat roof yang juga populer sebagai atap dak—atap datar berbahan beton. Dari atas bentuk atap ini umumnya terlihat seperti bentuk denah bangunan, sementara dari berbagai sisi bangunan akan ada tampilan garis.
Bagi rumah, atap bukan hanya penting namun sangat vital. Sebagai perlindungan, menghadirkan wajah arsitektur, memengaruhi keamanan juga keindahan sebuah rumah. Atap melindungi rumah dari panas, hujan, dan berbagai pengaruh cuaca serta pengaruh luar lain. Dan lewat bentuknya, atap juga menyempurnakan keindahan sebuah rumah. Tanpa keberadaan atap, sebuah rumah belumlah lengkap menghadirkan wujudnya.

Kecuali atap datar yang relatif kecil sudut kemiringannya (hingga 0°), bentuk atap lain yang disebut memiliki sudut kemiringan yang variatif, yaitu  sudut kecil (10°–25°), sedang (30°–45°) dan tajam hingga 75°. Berapa pun kemiringan yang dipilih harus bisa membuat atap bertahan dan tetap stabil meski terpengaruh angin, dan juga lancar mengalirkan curah hujan. Ketiga bentuk atap di atas bisa dimodifikasi juga dikombinasikan satu sama lain sesuai kebutuhan—misalnya menurut bentuk denah bangunan. Selain ketiganya dikenal pula bentuk-bentuk seperti atap pyramid (atap perisai untuk denah persegi), atap sengkuap/sandar (single-slope roof), atap kerucut/conical, dan sebagainya.

DASAR PEMILIHAN BENTUK ATAP

   Manakah bentuk atap yang harus dipilih? Kita bisa memilih bentuk atap sesuai keinginan/selera kita. Kendati “terkesan” boleh sesuka hati, tetap saja ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih bentuk atap. Apakah itu?

1. Denah/bentuk bangunan bisa memengaruhi pilihan bentuk atap. Untuk rumah dengan denah persegi panjang, atap pelana atau perisai bisa menjadi pilihan, sedangkan atap piramid sangat pas untuk memahkotai denah persegi. Modifikasi atap perisai/pelana akan diperlukan jika denah bangunan memiliki bentuk L, U, T, atau bentuk lain yang lebih kompleks.

2. Bahan penutup atap memengaruhi kemiringan atap, demikian pula sebaliknya. Setiap material mensyaratkan kemiringan tertentu, misalnya sudut kecil untuk atap lembaran (asbes, seng, dll.); genteng memerlukan kemiringan sedang, sementara sirap bisa dipasang pada sudut tajam. Jadi, aplikasi bentuk atap harus disesuaikan dengan pilihan material. Jika ingin atap dengan sudut kemiringan kecil atau tajam, kurang pas bila pilihan material jatuh pada genteng. Pilihan bahan penutup atap juga harus mempertimbangkan daya tahan terhadap cuaca dan kemudahan perawatan.   

3. Gaya bangunan sangat dipengaruhi bentuk atap yang masing-masing memiliki karakter visual. Bila ingin menampilkan rumah bergaya tradisional tentu kurang tepat jika memilih atap datar (flat roof) berbahan beton cenderung berkesan modern atau minimalis. Akan lebih sesuai bila pilihan jatuh pada bentuk atap miring (pelana/perisai) dan modifikasinya.

Sumber : http://rumahku-online.com/artikel/arsitektur/1033-memilih-bentuk-atap

Share:

Kamis, 08 Juni 2017

KENALI ATURAN DALAM MEMBANGUN RUMAH

Saat merancang bangunan rumah, tak hanya keindahan dan fungsi saja yang harus diperhatikan, namun juga aturan yang melingkupinya. Berbagai peraturan dan ketentuan dihadirkan untuk keamanan dan kenyamanan bangunan rumah.

     Rumah idaman, tentu menjadi impian banyak orang. Proses perencanaan dan perancangan bangunan rumah hendaknya dilaksanakan secara komprehensif, dengan mempertimbangkan analisis kondisi tapak, berbagai peraturan yang berkaitan dengan site plan, pemilihan bahan bangunan, pertimbangan penerapan utilitas bangunan dan sebagainya.

      Berbagai peraturan yang berhubungan dengan masalah bangunan sudah diatur oleh Pemerintah Pusat/Daerah melalui institusi terkait. Ketentuan tersebut pada dasarnya ditujukan untuk keamanan bangunan, baik pada masa konstruksi maupun pasca huni. Sebelum mulai merancang rumah, ada baiknya dilakukan studi mengenai peraturan, ketentuan, pedoman dan arahan yang terkait dengan perancangan tapak (lahan) untuk menjamin keamanan dan kenyamanan bangunan.

      Beberapa peraturan yang perlu dicermati diantaranya adalah batas lahan, jarak antar bangunan, besar ruang terbuka, dan ketinggian bangunan, yang akan berpengaruh pada rancangan rumah. Hal ini penting, terutama saat mengurus Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) lewat gambar kerja rancangan rumah yang harus disertakan.

Garis Batas
Garis batas bangunan adalah persyaratan teknis yang mengatur posisi rumah di atas tanah yang sudah ditetapkan ukuran dan jenis penggunaannya. Jenisnya adalah Garis Sempadan Jalan (GSJ) dan Garis Sempadan Bangunan (GSB). GSJ adalah batas pekarangan terdepan, batas terdepan pagar yang boleh didirikan. Adapun GSB adalah batas dinding terdepan rumah pada sebuah kavling. Posisi bangunan yang terlalu dekat ke jalan, akan mengurangi kenyamanan penghuni, serta mengganggu kepentingan umum.

     Panjang antara GSB dan GSJ ditentukan berdasarkan persyaratan yang berlaku untuk setiap jenis bangunan dan letak kavling setempat. Besar GSB ditentukan berdasar lebar jalan yang ada di depan lahan. Makin lebar jalan, makin besar GSB. Dalam area GSB, dilarang membangun sesuatu yang bersifat struktural, seperti penambahan ruang yang memiliki dinding bata. Namun, di area GSB dibolehkan untuk membuat teritis atap yang cukup lebar untuk melindungi bangunan dan penghuninya.

Manfaat GSB
- Adanya GSB, berarti rumah akan memiliki lahan terbuka (halaman) yang bisa dimanfaatkan untuk vegetasi, ruang hijau (taman) atau kolam. Dari segi kenyamanan, elemen vegetasi bisa mempercantik tampilan rumah, membuat rumah lebih asri dan ramah lingkungan, dan bisa sebagai pelindung (buffer) penangkal polusi. Penempatan kolam ikan di depan/samping rumah bisa menurunkan suhu dalam ruangan, sehingga rumah menjadi hemat energi karena terjadi pengurangan penggunaan peranti AC atau kipas angin
- Dari segi keamanan bangunan, GSB dapat menghindarkan dari efek getaran yang diakibatkan oleh kendaran berat yang melintas di depan bangunan, karena terdapat jarak antara bangunan dan batas pagar. Selain itu, jika ada kendaraan yang selip keluar jalan, tidak akan langsung merusak bangunan. GSB juga dapat mengurangi polusi debu dan gas buangan dari knalpot kendaraan di jalan, serta gangguan polusi.

Jarak Antar Bangunan
Meski luasan lahan terbatas, rumah tetap diberi jarak antar bangunan, untuk keamanan dan kenyamanan
penghuninya. Tanpa adanya jarak antar bangunan, berarti rumah akan saling menempel dengan bangunan rumah tetangga. Rumah yang berderet rapat memiliki resiko terjadi rambatan api jika terjadi kebakaran pada bangunan sebelah.



TIPS

Banyak manfaat yang diperoleh dengan menempatkan jarak bangunan rumah antar tetangga, yaitu :
- Untuk penghawaan dan sirkulasi udara. Sisi dinding yang bebas ditempatkan jendela, sehingga udara dan cahaya leluasa masuk ke dalam rumah. Ruangan menjadi bebas lembab, berkat sirkulasi udara yang lancar.
- Atasi masalah air resapan. Jarak yang tercipta antar bangunan rumah bisa ditutup perkerasan dan diberi floor drain untuk menyalurkan pembuangan air.
- Menghindari tembok rumah retak, apabila tetangga sebelah membangun rumah

KDB ( Koefisien Dasar Bangunan )
KDB (Koefisien Dasar Bangunan) adalah angka prosentase perbandingan jumlah luas lantai dasar bangunan terhadap luas perpetakan atau luas daerah perencanaan. Misalnya lahan yang kita miliki sebesar 500 m², dan ketentuan KDB adalah 60%, maka area yang boleh dibangun (lantai dasar) hanya 60% x 500 m² = 300 m². Jika area terbangun lebih dari 300 m², berarti harus dikurangi lagi ruang-ruang yang dianggap tidak perlu. Atau, jika memang kebutuhan ruang sangat banyak, perluasan bangunan bisa ke arah vertical. Adapun lahan yang tersisa digunakan untuk ruang terbuka hijau dan peresapan air. Tinggal di kawasan rumah yang memiliki ketentuan KDB tinggi, biasanya udara di lingkungannya masih segar, karena ketersediaan area terbuka hijau cukup tinggi.

Ketinggian Bangunan
Ketinggian bangunan adalah ketentuan mengenai berapa lantai yang diijinkan untuk dibangun di sebuah bangunan rumah. Untuk kawasan pemukiman di sebuah perumahan, kadang-kadang pengembang menetapkan aturan ketinggian bangunan rumah, dengan tujuan untuk menciptakan skyline di lingkungan yang diharapkan. Misalkan sebuah perumahan dengan besaran lahan yang kecil dengan ketinggian rata-rata dua lantai, tidak dibolehkan membangun hingga empat lantai seperti halnya ruko, meski dengan alasan tuntutan kebutuhan ruang. Bayangkan terdapat bangunan tinggi diantara deretan bangunan rendah. Tentu akan membuat tampilan lingkungan terlihat kurang menarik.

Sumber : http://rumahku-online.com/artikel/arsitektur/799-kenali-aturan-dalam-membangun-rumah
Share:

MEMAKSIMALKAN FUNGSI RUANG

Bingung memilih furnitur karena tak sesuai dengan keinginan dan bentuk ruang? Coba lirik furnitur built-in. Furnitur built-in mampu mengatasi keterbatasan dan kekurangan ruang. Jika diartikan secara harfiah, furnitur built-in adalah perabot yang ditanam. Perabot ini memang dibuat dengan desain dan ukuran sesuai ruangan tempat untuk meletakkan furnitur tersebut, sehingga perabot itu terkesan seperti ditanam didalam ruang.
Ukuran yang dijadikan patokan adalah kondisi eksisting, dengan memanfaatkan setiap celah yang ada. Selain dapat memaksimalkan penggunaan ruang, furnitur built-in juga dapat dipakai untuk menutupi kekurangan elemen ruang. Misalnya menutup dinding miring atau permukaan lantai yang tidak rata. Sudut ruang yang tersisa, daripada dibiarkan kosong, tak ada salahnya dimanfaatkan.

Sepintas memang furnitur built-in nampak sedikit merugikan. Pasalnya furnitur ini tampil permanen dan tak bisa dipindah ketika mengisi ruang. Apalagi ketika nantinya kebutuhan ruang makin berkembang dan memaksa terjadi perluasan. Tak jarang furnitur built-in harus dibongkar dan tak terpakai  dikemudian hari. Namun tak berarti furnitur ini lantas ditinggalkan orang. Kini banyak orang mulai melirik dan memperhatikan space ‘tak berguna’ dalam rumahnya untuk diisi dengan furnitur built in.

kelebihan furniture built-in

1. Maksimalkan fungsi ruang
Jika dicermati, furnitur built-in adalah solusi untuk memaksimalkan fungsi ruang, dan tidak menyisakan sedikitpun adanya celah. Misalnya memanfaatkan sudut ruang atau ruang sisa di bawah tangga sebagai lemari, sehingga akan memberikan kesan rapi sekaligus memaksimalkan sisa ruang.

2. Eksklusif
Nilai eksklusif terjaga, karena modelnya disesuaikan dengan kebutuhan ruang dan kenginan kita. Misalnya desain set tempat tidur atau dapur (kitchen set). Desain dan ukuran disesuaikan dengan kebutuhan pemilik ruang, dan tak ada kemungkinan untuk disamai.

3. Penampilan Rapi dan Kompak
Desain yang disesuaikan dengan kebutuhan dan telah menyatu dengan ruang, membuat rumah terlihat lebih rapih, bersih,dan kompak. Apalagi jika furnitur juga didesain sebagai storage yang bisa menyimpan barang lain didalamnya.

4. Harga Fleksibel
Harganya fleksibel, bisa lebih mahal atau sebaliknya lebih murah daripada furnitur biasa. Semua tergantung dari model, ukuran, kualitas bahan dan proses pengerjaan.


Kelemahan furniture built-in

1. Waktu Pengerjaan
Butuh waktu agak lama pengerjaannya, mulai dari desain, pengukuran, pemilihan bahan, pengerjaan sampai pemasangan. Hal ini penting, agar kelak tidak terjadi kesalahan ataupun ketidaksesuaian ketika furnitur telah terpasang.

2. Tak Bisa Dipindah
Sudah jelas bahwa furnitue built-in tidak bisa dirubah posisinya, karena perabot sudah ditanam dalam ruang. Solusinya adalah, pilih furniture built-in dengan model yang lebih simpel dan warna-warna netral, sehingga gampang disesuaikan dengan elemen interior lain.

Kiat menekan harga

1. Substitusi Material. 
Selain rangka utama, kita bisa melakukan substitusi material. Rangka utama harus menggunakan bahan berkualitas, karena menjadi kekuatan utama furnitur. Pilih material finishing dengan harga yang lebih murah, semisal pilih keramik daripada granit untuk top table dapur, atau finishing vernis menggantikan polyurethane. 

2. Minimalkan desain. 
Pilih desain yang sederhana, yang tidak memakan banyak material dan tidak rumit pengerjaannya. Makin rumit desain, makin mahal harga furnitur.

3. Cermat memilih produsen. 
Di pasaran, banyak tersedia jasa pembuat furnitur. Makin terkenal dan makin jauh lokasi pembuat jasa, makin mahal harga furniturnya. Selain dibebani ongkos jasa pengantaran yang lebih mahal, faktor “terkenal” si jasa pembuat biasanya mempengaruhi harga. Jika memungkinkan, pesan langsung ke tukang furnitur, berbekal gambar atau model yang kita inginkan. Pilih tukang atau produsen yang berpengalaman. Lihat produk yang pernah dihasilkan, dan andalkan referensi teman.


Sumber : http://rumahku-online.com/artikel/furniture/518-memaksimalkan-fungsi-ruang



Share:

Rabu, 07 Juni 2017

DESAIN RUMAH MINIM PERAWATAN

Seluas apapun tempat tinggal kita, perlu dipelihara dan dirawat agar senantiasa tampil cantik dan indah. Perlu untuk menyiasati desain, agar waktu dan biaya pemeliharaan rumah tidak menguras kantong dan energi kita.

     Ditengah kesibukan yang padat, kegiatan merawat rumah bisa jadi akan menyita waktu. Bayangkan, waktu yang demikian berharga yang semestinya bisa digunakan untuk beristirahat atau rekreasi, terpaksa harus digunakan untuk ekstra membersihkan barang-barang kesayangan, yang membutuhkan perlakuan khusus. Untuk penghematan anggaran dan tenaga, sebaiknya dari awal mendesain rumah, pos pengeluaran untuk biaya perawatan dan pemeliharaan rumah perlu dipikirkan. Melalui perawatan yang minim, tentu waktu kita tidak akan tersita, selain juga lebih menghemat biaya. Terkait dengan desain rumah, bagian mana saja yang bisa disiasati agar rumah minim perawatan? Simak bahasan berikut.










Lantai

     Sebagai tempat berpijak, lantai adalah bagian dari rumah yang paling mudah kotor. Cermati pemakaian material, agar kita mudah merawatnya. Stained concrete dengan pelapis, laminated vinyl dan lantai hardwood, adalah contoh material lantai yang mudah disapu, dipel dan tahan terhadap tumpahan. Selain itu, ada juga material homogenous tile yang selain memiliki kekuatan tinggi dengan pori-pori kecilnya, juga tidak mudah tergores permukaannya, serta memiliki keseragaman material pembentuk yang membuatnya tidak meninggalkan bekas berbeda warna saat tergores.

Karpet

     Hindari penggunaan karpet yang menutupi seluruh lantai. Ada baiknya kita menggunakan jenis karpet lepas ( gulung), agar tekstur pada lantai tetap terlihat. Sifat karpet yang cenderung menyimpan debu, tidak cocok untuk iklim tropis Indonesia. Untuk perawatan, karpet mudah dibersihkan dengan vacuum cleaner maupun dicuci sendiri.

Cat Dinding

     Memilih cat dinding dengan asal- asalan, justru akan menambah biaya perawatan semakin membengkak. Cat dinding yang punya karakter dan kualitas tinggi sangat membantu kita meminimalisasi biaya pemeliharaan, apalagi disaat buah hati kita mulai mencoret-coret pada dinding. Yang kita butuhkan bahwa setiap kali ada goresan pada dinding, akan sangat mudah dibersihkan.

Penutup Dinding

     Jika kita ingin mempercantik dinding, dengan pelapis atau penutup dinding, sebaiknya pilih penutup dinding berbahan vinyl. Karena vinyl cenderung mudah dirawat atau dibersihkan,dengan cara dilap hingga bersih.

Furnitur Praktis Tahan Noda

     Memilih furnitur dengan bahan yang mudah dibersihkan akan memperingan biaya perawatannya. Misalkan untuk sofa. Jika di rumah kita masih terdapat anak kecil, sebaiknya hindari warna terang dan jenis kain untuk upholstery sofa. Selain mudah kotor, juga susah dibersihkan jika terkena noda. Sebaiknya, pilih jenis kulit atau vinyl untuk penutup sofa, karena mudah dibersihkan. Hindari pula desain furnitur yang memiliki banyak lekukan atau detail tersembunyi, yang membuat susah dijangkau untuk dibersihkan. Agar furnitur terkesan praktis, pilih beberapa yang menggunakan roda pada kakinya, seperti meja. Dengan memasang roda di bawah meja, akan memudahkan kita membersihkannya. Namun harus dipastikan, bahwa roda meja memiliki fitur khusus untuk mengunci roda secara otomatis.

Buat Area Penyimpanan

     Makin bertambahnya barang di rumah, jika tidak diimbangi dengan tempat penyimpanan yang rapi, akan membuat rumah terlihat sesak dan berantakan. Selalu tampil rapi, jangan pernah membiarkan benda-benda menumpuk di sembarang tempat. Keberadaan lemari penyimpan ini, sangat merubah pandangan mata kita menjadi nyaman, dan enak dilihat. Kita bisa mendesain area penyimpanan pada celah-celah tertentu. Misalnya tempat duduk yang bagian bawahnya bisa difungsikan sebagai tempat menyimpan sarung bantal.

Sumber : http://rumahku-online.com/artikel/inspirasi/945-desain-rumah-minim-perawatan


Share:

Selasa, 06 Juni 2017

RAGAM PINTU MENURUT FUNGSI DAN ESTETIKA

Pintu adalah perhatian utama saat seseorang memasuki rumah kita. Pintu juga menjadi penghubung antar ruang.lewat desainnya, pintu menampilkan citra keindahan sebuah hunian.


    Ada beragam material kusen/daun pintu yang berbeda-beda karakter. Di antaranya, kayu, kaca, logam, dan sintetis. Material kayu meliputi kayu solid dan olahan (multiplek, triplek, dll.). Bahan kaca mencakup kaca polos—bening atau gelap—dan kaca patri/grafir/film. Bahan logam terutama adalah besi dan aluminium. Mengkombinasikan dua material atau lebih, tentu bisa dilakukan. Pintu pada hunian mencakup pintu utama (main entrance) dan pintu-pintu penghubung antar ruang. Desain paling umum adalah pintu kupu-kupu (swing door)—tunggal atau rangkap; yang lain adalah pintu lipat (folding door), pintu geser (sliding door), pintu gulung (rolling door), pintu putar, dll. Desain setiap pintu bisa berbeda tergantung selera atau kebutuhan fungsional. Untuk tujuan fungsional dan/atau estetika, beragam pilihan dapat kita lakukan.

Pintu Kayu: Hangat, Natural, dan Elegan

     Pintu kayu masih menjadi yang terpopuler hingga kini. Selain terlihat kokoh, kayu juga menciptakan kesan hangat dan natural. Kesan natural nan estetis dan elegan semakin kental jika finishing yang diberikan mampu menonjolkan keindahan serat dan warna alami kayu, misalnya pelitur dan melamik. Pintu kayu solid dalam beragam desain menjadi pilihan tepat untuk hunian bergaya klasik.

Pintu lipat dari bahan PVC.

     Kesal dengan ulah rayap dan kunjungan banjir? Pintu berbahan sintetis PVC atau aluminium dan fiberglass tentu menjadi pilihan yang berpihak. Material tersebut tidak disukai rayap dan relatif antikarat. Kini desainnya pun telah banyak berkembang hingga tampil semakin estetis.

PINTU DOBEL

     Jenis pintu dobel memiliki nilai lebih. Untuk sisi terluar, digunakan daun pintu panil kayu, sedangkan sisi dalam, dari panil kasa nyamuk. Saat siang hari, cukup buka pintu panil kayu, dan biarkan pintu panil kasa tertutup. Sehingga, udara dan cahaya dapat leluasa masuk ke dalam rumah, tanpa khawatir serangga mengganggu kenyamanan dalam rumah.

PINTU DUA UKURAN

     Desain pintu dengan ukuran berbeda, bisa dipilih. Fungsinya, pintu akan lebih lebar saat kedua daun terbuka, atau hanya salah satu daun yang dibuka, sesuai kebutuhan.

PINTU SEKALIGUS JENDELA

     Pintu berengsel pivot yang bisa dibuka 90°, membuat kesan lapang dan bercitra modern. Lihat tampilan deretan pintu panil kaca saat dibuka bersamaan, menarik bukan?

Main Entrance

     Bagian dari Wajah Hunian Pintu utama (main entrance) adalah sebagian dari wajah/fasad hunian. Tak heran banyak orang ingin agar pintu utama rumahnya memiliki desain spesial, berbeda dari pintu-pintu lain. Main entrance paling populer terutama swing door bersayap tunggal atau rangkap berbahan kayu. Finishing yang menonjolkan keindahan kayu atau warna mencolok dapat menjadi aksen bagi fasad. Kombinasi kayu solid dan kaca—stained, film, graver—pun bisa menjadi pilihan. Selain memasukkan cahaya alami, aksen kaca memberi efek khusus penambah estetika.

ELEMEN ESTETIS

      Penggunaan detil, profil, material dan desain handle, menjadi elemen estetis yang mempercantik pintu.

     Desain handle pintu yang “tidak biasa”, mempercantik tampilan pintu. Penempatan jendela di sisi kanan-kiri pintu, selain estetis, juga fungsional. Penuh ukiran, sentuhan etnik, dengan warna menyala. Hmm,kenapa tidak? Ingin terlihat sederhana? Bosan dengan kayu? Anyaman bambu bisa jadi pilihan. Detail profil pada daun pintu, selalu menjadi bagian menarik. Berkreasi dengan profil,membuat tampilan pintu menjadi unik dan cantik. Pintu panel kayu tampil estetis lewat lubang-lubang persegi di bagian tengahnya. Tempatkan kaca pada sisi belakangnya, untuk menghasilkan efek ‘wow”.


Sumber : http://rumahku-online.com/artikel/inspirasi/971-ragam-pintu-menurut-fungsi-dan-estetika
Share:

MENGENAL LAMPU LED UNTUK RUANGAN

Dari kita semua pasti sudah tahu tentang lampu LED yang lebih hemat daya listriknya, namun begitu masih banyak masyarakat Indonesia yang masih belum menggunakan lampu LED, alasan utamanya adalah karena harganya yang mahal yaitu berkisar antara 50 - 120 ribu rupiah, namun begitu harga ini relatif murah jika dibandingkan dengan lampu yang murahpun misalnya di pasaran ada lampu yang harganya 6000 rupiah tetapi daya tahannya cuma 6 bulan, berbeda dengan lampu LED bisa bertahan sampai dengan 12 tahun, dan yang perlu kita perhatikan adalah watt-nya yang tidak lebih dari 10 watt sehingga bisa menghemat 50% pemakaian listrik anda.


1. Lupakan satuan Watt 
Bila biasanya kita selalu memperhatikan watt, maka kini perhatikanlah lumen pada lampu LED tersebut. Lumen adalah tingkat kecerahan cahaya. Lampu LED 6-9 Watt dapat menghasilkan lumen 450, setara dengan lampu pijar 60 Watt. 

2. Pilih warna hangat untuk hunian 
Untuk penerangan interior hunian, umumnya jenis lampu yang dipilih adalah lampu pijar berwarna kuning. Warna ini dianggap dapat memberi citra hangat pada ruang. Dalam standar warna lampu LED, tingkat “hangat” pencahayaannya diukur dalam satuan Kelvin. kita dapat memilih LED pada kisaran 2.700-3.500 Kelvin. 

3. Investasi 
Menggunakan lampu LED bisa dibilang seperti investasi, karena biaya yang kita keluarkan saat membeli akan terbayar kembali dengan penghematan selama penggunaan. Bisa diperkirakan, penggunaan LED 6-8 Watt dalam setahun membutuhkan daya listrik sebesar 329 Kilowatt. Sebagai perbandingan, lampu pijar 60 Watt yang sama terangnya, membutuhkan daya listrik 3.285 Kilowatt dalam setahun. 

4. Redup atau cerah, sama murahnya
Menggunakan dimmer untuk mengatur terang-redupnya lampu memang berpengaruh terhadap banyaknya daya listrik yang digunakan. Tapi tidak dengan LED. Kita dapat membeli LED yang memang sudah lengkap dengan dimmer, dan meskipun dinyalakan dalam tingkat intensitas maksimal, daya listrik yang digunakan tetap sama. 

5. Harus melepaskan panas 
Ketika dinyalakan, sebuah lampu LED memang terasa dingin namun ini tak berarti LED tidak melepaskan panas seperti lampu pijar biasa. Bedanya, panas yang dilepaskan LED ditarik kembali oleh heat sink yang ada di dasar lampu, kemudian panas dihantarkan ke udara. Bila lampu LED ditempatkan di tempat tertutup, panas yang dilepaskan tentu saja akan terperangkap di ruang tersebut. Dalam jangka waktu lama, kondisi ini dapat merusak daya tahan lampu LED itu sendiri. 


Sumber : http://tabloidrumahidaman.blogspot.co.id/2015/09/mengenal-lampu-led-untuk-ruangan-anda.html
Share:

Blogger templates